Di Ufuk Senja

Setiap penulis memiliki ritualnya sendiri. Ada yang harus ditemani suara hujan, ada yang baru bisa menuangkan ide setelah minum tiga cangkir teh tawar. Bagi saya, menulis selalu identik dengan bunyi dentingan mesin tik mekanik. Suara ketukan logam yang memukul pita tinta, diikuti oleh gesekan gerigi yang memajukan kertas—itu adalah musik paling jujur dari sebuah proses […]